Rumah Adat Bali

 


Pernah pergi ke Bali? Sudah pernah melihat konsep rumah adat Bali? Bagaimana menurutmu? Di tengah maraknya hnian berkonsep minimalis, rumah dengan sentuhan etnik modern tetap memiliki hati di para penggemarnya.

Di Indonesia sendiri, banyak rumah adat yang memiliki konsep seperti itum salah satunya adalah rumah adat Bali. Nah, untuk lebih jelasnya, mari kita lihat penjabaran sebagai berikut:

Gambaran Besar Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali umumnya memiliki desain yang unik karena mengedepankan unsur-unsur tradisional di dalamnya. Umumnya, rumah adat Bali yang kita ketahui memiliki Gapura Candi Bentar pada bagian depannya.

Gapura ini biasanya diletakkan di area halaman rumah yang diikuti dengan Pura dan anak tangga serta pagar besi yang terhubung dengan gapura. Secara filosofis, hal ini menunjukkan kedinamisan dan keselarasan kehidupan sebuah hubungan.

Pembangunan rumah adat tradisional Bali juga mengikuti aturan khusus seperti letak bangunan, dimensi pekarangan, arah, desain, struktur bangunan, hingga konstruksi.

Bagian Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali sendiri memiliki bagiannya tersendiri yang membuatnya semakin unik dan berbeda dari rumah adat kebanyakan. Berikut adalah bagian dari rumah adat Bali:

1.Angkul-angkul

Angkul-angkul merupakan bagian rumah adat Bali yang terletak di paling depan. Pada umumnya, bagian ini memiliki gapura dengan atap model tradisional dan bangunan seperti candi di bagian kiri dan kananya.

Atapnya penuh dengan ukiran artistik yang menghubungkan kedua sisi gapura sehingga terlihat unik. Dulu, atap dibuat dari rumput kering. Namun sekarang, banyak orang yang sudah mengubahnya menjadi genteng.

2.Aling-aling

Bagian ini merupakann bagian dari halaman rumah adat Bali yang membatasi angkul-angkul dengan tempat suci. Bangunan kecil ini merupakan tempat melakukan aktivitas persiapan alat upacara adat / tradisional atau juga sekedar beristirahat.

Umumnya, aling-aling memiliki dinding pembatas yang juga disebut penyengker menggunakan patung di areal depan.

3.Pura Keluarga

Pura keluarga adalah pura untuk beribadah di rumah keluarga yang biasanya dibangun di pojok rumah adat di sebelah timur.

4.Bale Dauh

Bale dauh merupakan tempat untuk  menerima tamu. Ruangan ini terletak  di sisi barat dengan banyak tiang penyangga. Namun, jumlah tiangnya harus  berbeda antara satu rumah dengan rumah lainnya.

Bale ini berbentuk persegi panjang dan memiliki bale di dalam ruangan. Selain itu, tempat ini juga biasa digunakan sebagai kamar tidur remaja.

5.Bale Gede

Bale  ini merupakan ruangan yang paling besar di rumah adat Bali. Bangunan dengan desain mewah ini berfungsi sebagai tempat unutuk perayaan upacara adat yang harus  mengundang banyak orang termasuk masyarakat sekitar.

6.Bale Manten

Bale ini sebenarnya digunakan untuk tempat tidur kepala keluarga atau anak gadis yang belum bersuami. Namun, saat ini desainnya sudah dimodifikasi sehinggga menjadi rumah adat Bali modern.

Bangunan ini diwajibkan menghadap ke sebelah utara, berbentuk persegi panjang, dan terdapat bale-bale di sebelah kanan dan kirinya.

7.Pawerangan

Pawerangan merupakan ruangan dapur yangg dibangun untuk tempatt penyimpanan dan pengolahan makanan. Letaknya berada di sebelah selatan atau  barat laut rumah utama.

Tempat ini dipisahkan menjadi 2 bagian, yaitu tempat memasak dan menyimpan makanan, alat dapur, dan lain-lain.

8.Jineng

Jineng atau klumpu adalah bangunan untuk menyimpan gabah padi yang ukurannya paling keci;. Gabah biasanya disimpan di dua tempat, yaitu kolong untuk gabah yang masih basah dan diatas  untuk gabah yang sudah kering.

Itulah informasi singkat mengenai rumah adat Bali beserta bagian-bagiannya.  Semoga artikel ini bermanfaat.

This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?
Sign up for free